Menampilkan Nim,Nama,Kelas
Posted on: September 20, 2012
#include
#include
using namespace std;
int main()
{
char a[15];
char b[14];
char c[10];
cout<>a;
cout <>b;
cout <>c;
cout <<” Nama anda adalah:”<<a;
cout <<” Nim anda adalah:”<<b;
cout <<” Kelas anda adalah:”<<c;
system (“PAUSE”);
return EXIT_SUCCESS;
}
- Ø Sejarah Linux U-Buntu
Ubuntu berasal dari bahasa Afrika yakni “Humanity to Others” yang berarti “Kemanusiaan untuk Sesama”.
Sistem Operasi ini merupakan turunan dari system operasi linux yang lain,yakni Debian.
Proyek Ubuntu disponsori oleh Cannonical Ltd (perusahaan milik Mark Shuttleworth).
Tujuan dari distribusi Linux Ubuntu adalah membawa semangat yang terkandung di dalam Ubuntu ke dalam dunia perangfkat lunak.
Ubuntu adalah system operasi lengkap berbasis Linux,yang tersedia secara bebas dan mempunyai dukungan baik yang berasal dari komunitas maupun tenaga ahli professional.
- Manajemen Proses Linux Ubuntu-Manajemen Proses
Secara umum, manajemen proses di dalam OS (operating system) Linux Ubuntu memiliki cara dan mekanisme yang hampir sama dengan manajemen proses dalam OS turunan UNIX (dan Linux) lainnya.
Manajemen Proses Linux
Pada Linux Ubuntu Terdapat beberapa tipe proses yang dikenal dalam OS berbasis Linux pada umumnya, antara lain :
- Interactive : proses yang dimulai (dan dikontrol oleh) shell. Bisa tampak di luar (foreground) ataupun hanya di dalam (background).
- Batch : proses yang tidak berhubungan dengan terminal, tetapi menunggu untuk dieksekusi secara berurutan (sekuensial).
- Daemon : proses yang dimulai ketika Linux booting dan berjalan secara background. Proses ini menunggu permintaan dari proses lainnya, bila tidak ada request, maka berada dalam keadaan ‘idle’.
Dalam Linux, sifat-sifat proses dibagi menjadi tiga bagian, yakni: Identitas Proses, Lingkungan, dan Konteks.
Identitas Proses
Identitas proses memuat beberapa hal penting berikut:
- 1. Process ID (PID) → pengenal unik untuk proses, digunakan untuk menentukan proses-proses mana yang dibawa ke dalam OS saat suatu aplikasi membuat system call untuk mengirim sinyal, mengubah, atau menunggu proses lainnya. Process ID adalah 32-bit bilangan yang mengidentifikasikan setiap proses dengan unik. Linux membatasi Process ID sekitar 0-32767 untuk menjamin kompatibilitas dengan sistem UNIX tradisional.
- Mandat (Credentials) → setiap proses harus memiliki sebuah user ID dan satu atau lebih group ID yang menentukan hak proses untuk mengakses sumber daya sistem dan file.
- Personality → tidak ditemukan dalam sistem UNIX, namun dalam Linux setiap proses memiliki sebuah pengenal pribadi (personality) yang dapat (sedikit) mengubah system call tertentu secara semantic. Terutama digunakan oleh library emulation agar system call dapat kompatibel dengan bentuk tertentu UNIX.
Lingkungan Proses
Lingkungan proses diturunkan dari orang tuanya dan terdiri atas dua vektor null-terminated sebagai berikut:
- Vektor argument berisi daftar argument command-line yang digunakan untuk memanggil program yang berjalan; secara konvensional dimulai dengan nama programnya sendiri.
- Vektor lingkungan merupakan sebuah daftar pasangan “NAME=VALUE” yang menghubungkan nama variabel lingkungan dengan nilai tekstual tertentu.
Konteks Proses
Yang dimaksud dengan konteks proses adalah keadaan (perubahan konstan) dari suatu program yang berjalan pada setiap titik dalam satuan waktu. Konteks proses terdiri atas konteks penjadwalan, accounting, tabel file, konteks file-system, tabel penanganan sinyal, dan konteks virtual-memory.
- Konteks penjadwalan adalah bagian terpenting dari proses konteks; berupa informasi yang dibutuhkan oleh penjadwal (scheduler) untuk menghentikan sementara (suspend) dan menjalankan kembali (restart) proses tersebut. Kernel menyimpan informasi statistik (accounting) mengenai sumber daya yang digunakan saat ini oleh tiap proses dan total sumber daya yang digunakan oleh proses tersebut sepanjang hidupnya (selama dieksekusi). Tabel file (file table) adalah sebuah larik pointer yang merujuk pada struktur file kernel. Saat membuat system call file I/O, proses merujuk pada file berdasarkan indeksnya dalam tabel ini. Bila tabel file berisi daftar file terbuka yang ada, file-system context digunakan untuk meminta pembukaan file baru. Root saat ini dan default direktori yang akan digunakan untuk file baru disimpan di sini. Tabel penanganan sinyal (signal-handler table) mendefinisikan rutin dalam ruang alamat proses yang akan dipanggil saat sinyal tertentu tiba. Konteks virtual-memory (virtual-memory context) dari sebuah proses menggambarkan seluruh isi dari ruang alamat pribadinya.
- Adapun beberapa status proses yang dikenal dalam Linux, antara lain sebagai berikut:
- Task running : proses sedang ataupun siap dieksekusi oleh CPU
- Task interruptible : proses sedang menunggu sebuah kondisi. Interupsi, sinyal, ataupun pelepasan sumber daya akan membangunkan proses
- Task uninterruptible : proses sedang tidur dan tidak dapat dibangunkan oleh suatu sinyal
- Task stopped : proses dihentikan, misalnya oleh sebuah debugger
- Task zombie : proses telah berhenti, namun masih memiliki struktur data task_struct di task vektor dan masih memegang sumber daya yang sudah tidak digunakan lagi
Proses dan Thread
Linux menggunakan representasi internal yang sama untuk proses dan thread; sederhananya sebuah thread adalah sebuah proses baru yang membagi ruang alamat yang sama dengan orang tuanya. Perbedaan hanya terlihat pada saat sebuah thread baru diciptakan dengan system call clone.
- Fork menciptakan sebuah proses baru dengan proses konteks-nya sendiri yang baru. Sementara clone menciptakan sebuah proses baru dengan identitasnya sendiri, namun diizinkan untuk membagi struktur data orang tuanya.
- Clone memberikan suatu aplikasi control yang baik tentang apa yang di-share di antara dua thread.
Empat buah argumen clone yang umum dijumpai adalah sebagai berikut:
Fn : fungsi yang akan dieksekusi oleh thread.
Arg : pointer ke data yang dibawa oleh fn.
Flags : sinyal yang dikirim ke orang tua ketika anak berakhir dan pembagian sumber daya antara anak dan orang tua.
child_stack : pointer stack untuk proses anak.
- MENJALANKAN LAYANAN SAAT BOOTUP
Meskipun kebanyakan orang pada umumnya hanya melihat keadaan komputer sedang hidup atau mati, dalam Ubuntu tidak hanya terdapat dua keadaan – hidup atau mati – namun ada beberapa keadaan di antaranya. Istilah yang digunakan adalah runlevel, yang mengendalikan layanan-layanan sistem apa yang dimulai pada saat bootup. Layanan ini sederhananya adalah aplikasi yang berjalan secara background yang menyediakan beberapa fungsi yang diperlukan ke dalam sistem, seperti menangkap informasi dari mouse dan menampilkannya ke layar monitor, dan sebagainya. Layanan-layanan pada umumnya di-load dan dijalankan (dimulai) selama proses boot, sebagaimana seperti layanan pada Microsoft Windows. Namun secara internal, Ubuntu menggunakan sebuah sistem yang dikenal dengan Upstart untuk fast booting, yang umum dikenal oleh para veteran Linux. Disini kita dapat mengatur hampir seluruh aspek dalam komputer kita dan mengatur bagaimana perilakunya setelah booting dengan mengkonfigurasi boot scripts, atau dengan menggunakan berbagai alat system administration yang disediakan dalam Ubuntu. Pembahasan lebih lanjut akan diberikan pada subbab berikutnya.
- MENJALANKAN PROSES BOOT LOADING
Mekanisme boot loading diselesaikan melalui Basic Input Output System atau BIOS. BIOS adalah sebuah aplikasi yang disimpan dalam suatu chip di motherboard yang menginisialisasi perangkat keras motherboard. BIOS akan menyiapkan sistem agar siap me-load dan menjalankan software yang dikenal sebagai sistem operasi (OS). Sebagai langkah terakhir, kode BIOS akan mencari suatu program khusus yang dikenal sebagai boot loader atau kode boot. Perintah-perintah dalam kode kecil ini akan memberitahu BIOS letak kernel Linux, bagaimana cara untuk me-load kernel tersebut ke dalam memori, dan bagaimana untuk mulai menjalankannya.
Loading Kernel Linux
Sebagaimana yang diketahui, kernel-lah yang mengatur sumber daya sistem. Di dalam Linux, setiap aplikasi adalah sebuah proses, dan kernel memberikan setiap proses sebuah bilangan yang disebut sebagai process ID (PID). Pertama, kernel Linux akan me-load dan menjalankan sebuah proses bernama init, yang juga dikenal sebagai “ayah dari semua proses” karena ia yang memulai semua proses lainnya. Langkah berikutnya dari proses boot dimulai dengan sebuah pesan bahwa kernel Linux sedang loading, dan sekumpulan pesan yang memberikan informasi tentang status setiap perintah akan ditampilkan di layar. Untuk menjalankan sistem dengan baik, layanan sistem harus dimulai terlebih dahulu. Layanan-layanan tersebut adalah aplikasi-aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk dapat berinteraksi dengan sistem komputer.
Layanan Sistem dan Runlevel
Perintah init mengarahkan Ubuntu pada suatu keadaan sistem tertentu, umumnya dikenal sebagai runlevel. Runlevel akan menentukan layanan sistem mana yang akan dijalankan di antara layanan yang tersedia, dan dalam urutan yang benar. Sebuah runlevel khusus digunakan untuk menghentikan sistem, dan runlevel khusus lainnya digunakan untuk maintenance (menjaga performa) sistem. Jadi, setiap runlevel memiliki tujuannya masing-masing. Anda dapat menggunakan runlevel untuk mengatur layanan sistem yang berjalan di komputer Anda.
Definisi Runlevel
Untuk sistem Ubuntu, runlevel-runlevel Ubuntu didefinisikan dalam /etc/init.d.
Setiap runlevel memberitahu perintah init tentang layanan mana yang dimulai dan dihentikan. Meskipun setiap runlevel dapat memiliki definisinya sendiri, Ubuntu mengadopsi beberapa standar runlevel sebagai berikut:
Runlevel 0 – dikenal sebagai “halt”, runlevel ini digunakan untuk menghentikan sistem.
Runlevel 1 – adalah runlevel khusus, didefinisikan sebagai “single”, yang akan mem-boot Ubuntu ke shell prompt akses root, di mana hanya pengguna root yang dapat log in. Runlevel 1 (dikenal juga sebagai mode single-user atau maintenance mode) banyak digunakan untuk memperbaiki file system dan mengubah password root pada sebuah sistem bila password-nya terlupakan.
Runlevel 2 – adalah runlevel default Ubuntu.
Runlevel 3-5 – runlevel-runlevel ini tidak digunakan di Ubuntu, namun banyak digunakan pada distro Linux lainnya.
Runlevel 6 – runlevel ini digunakan untuk reboot sistem.
- UBUNTU Shell
Ubuntu menyediakan shell-shell yang memiliki kapabilitas, fleksibilitas, dan sangat powerful. Setiap shell berbeda satu sama lainnya, namun memiliki berbagai perintah built-in dan command-line prompt yang dapat dikonfigurasi, dan dapat menyertakan fitur-fitur seperti command-line history, kemampuan untuk memanggil kembali dan menggunakan command line sebelumnya, dan kemampuan untuk mengedit command-line. Di antara sekian banyak shell yang dapat digunakan, kebanyakan orang tetap memilih menggunakan shell default, yakni bash. Hal ini dikarenakan bash mampu mengerjakan segala sesuatu yang kebanyakan orang perlukan. Anda disarankan untuk mengganti shell Anda hanya jika Anda memang sangat membutuhkannya.
| Nama | Deskripsi | Lokasi |
| bashksh
pdksh rsh sh tcsh zsh |
the Bourne Again Shellthe Korn Shell
a symbolic link to ksh the Restricted Shell (for network operation) a symbolic link to bash a csh-compatible shell a compatible csh, ksh, and sh shell |
/bin/bash/bin/ksh, /usr/bin/ksh
/usr/bin/pdksh /usr/bin/rsh /bin/sh /bin/tcsh /bin/zsh |
Kelebihan atau Manfaat Menggunakan Linux Ubuntu
Berikut beberapa keuntungan atau manfaat tersebut:
- Gratis
Hal ini sudah menjadi ciri khas utama dari Ubuntu. Jika ada yang gratis dan memiliki kemampuan yang sama dengan sistem operasi lainnya yang tidak gratis, apalagi memiliki bayak kelebihan, kenapa tidak dimanfaatkan? Dengan menggunakan Ubuntu paling tidak kita bisa berhemat dalam situsasi dan kondisi perekonomian yang kurang kondusif saat ini. - Tidak ada virus, trojan ataupun malware
Salah satu yang membuat saya memutuskan untuk menggunakan linux, dalam hal ini Ubuntu, adalah banyaknya virus yang bersliweran di dunia sistem operasi Windows. Virus agak sulit hidup di lingkungan Linux, karena ketika masuk ke aplikasi, kita disuruh memasukkan password terlebih dahulu. Jarang untuk membobol OS Linux Ubuntu. - Stabil dan Aman
Linux sebagai turunan dari sistem operasi Unix memang terkenal dengan masalah keamanannya. Berbeda dengan sistem di Windows, di Linux seorang pengguna tidak bisa melakukan apa pun sebatas operasi-operasi yang berhubungan dengan file-file miliknya sendiri. Di Ubuntu, satu-satunya cara untuk melakukan installasi, menghapus, merename dan menambahkan sesuatu kedalam sistem hanyalah dengan menggunakan perintah sudo, yang dilanjutkan dengan pertanyaan password. Hal ini kelihatannya mulai di-implementasikan di Windows Vista, sayang implementasinya masih belum sempurna.
Dengan sistem keamanan seperti ini lah, virus (jikalau pun ada) akan sulit hidup di Ubuntu. - Tidak terlalu membutuhkan hardware berspesifikasi tinggi
Ubuntu tidak membutuhkan hardware dengan spesifikasi yang tinggi. Bahkan ada banyak distro turunan Ubuntu yang sengaja dibuat untuk digunakan pada komputer-komputer dengan spesifikasi yang minim. - Update OS dan aplikasinya secara keseluruhan
Windows memiliki Windows Update yang sayangnya hanya mengupdate sistem operasinya dan produk-produk Microsoft lainnya. Sementara di Ubuntu update akan dilakukan tidak hanya pada sistem operasinya tetapi pada seluruh aplikasi yang diinstall menggunakan repository. - Sudah terdapat banyak sekali repository yang diletakkan pada server-server lokal
Dengan menggunakan repository yang ada pada server-server lokal, maka kegiatan menginstall dan mengupdate sistem dan aplikasi menjadi lebih cepat. Selain itu, karena hampir semua aplikasi yang kita butuhkan terdapat dalam repository maka risiko penyebaran virus (jikalau pun ada) bisa dihindari. - Tidak perlu pusing mencari crack atau keygen
Sudah bukan rahasia lagi, para pengguna Windows akan selalu disibukkan untuk mencari crack atau keygen agar aplikasi atau tools yang akan digunakan bisa dimanfaatkan Tentu berikut crack untuk menggunakan sistem operasinya Nah, hal ini tidak perlu dilakukan di Ubuntu karena hampir semua aplikasi yang kita butuhkan bisa kita dapatkan dari repository-nya dengan gratis! - Tampilan desktop yang bisa diubah semaunya
Anda dengan mudah dapat mengganti tampilan default dari Ubuntu (baik GNOME atau KDE) jika memang tidak menyukainya. Bahkan, Anda bisa menggunakan desktop-environtment yang lain selain GNOME atau KDE, ada Xfce, Fluxbox, IceWM, EDE, Enlightenment, Window Maker, Openbox, Blackbox dsb. Semua disediakan (lagi-lagi) secara gratis. - Bisa belajar dan dikembangkan
Hampir semua yang ada di linux besifat open source. Jika kita adalah seorang programmer maka Anda dengan mudah bisa mempelajari berbagai hal di linux dengan membuka dan mempelajari dari source code-nya. - Memungkinkan untuk membuat distro sendiri
Jika kita tidak puas dengan dengan Ubuntu yang ada, kita bisa membuat sendiri distro turunan Ubuntu yang isinya sesuai dengan kebutuhan kita. Selanjutnya distro ini bisa kita gunakan untuk keperluan pribadi, kantor atau pun akan disebarkan sebagai distro baru yang telah kita buat. - Komunitas yang selalu siap membantu
Terdapat banyak sekali komunitas pengguna Ubuntu yang siap membantu jika kita menemui kesulitan atau masalah. kita bisa masuk ke dalam milis Ubuntu atau sekedar mencari solusi dengan memanfaatkan Google. Hampir semua masalah bisa diatasi hanya dengan modal mencari dan membaca .
Kekurangan Linux Ubuntu:
- Banyak pengguna yang belum terbiasa dengan Linux dan masih ‘Windows minded’, takut untuk beralih dari Windows.
- Dukungan perangkat keras dari vendor-vendor tertentu yang tidak terlalu baik pada Linux. Untuk mencari daftar perangkat keras yang didukung pada Linux, kita dapat melihatnya di Linux-Drivers.org atau LinuxHardware.org.
- Proses instalasi software atau aplikasi yang tidak semudah di Windows. Instalasi software di Linux, akan menjadi lebih mudah bila terkoneksi ke internet atau bila mempunyai CD / DVD repository-nya. Bila tidak, maka kita harus men-download satu per satu package yang dibutuhkan beserta dependencies-nya.
- Bagi administrator sistem yang belum terbiasa dengan Unix-like (seperti Linux), maka mau tidak mau harus mempelajari hal ini. Sehingga syarat untuk menjadi administrator adalah manusia yang suka belajar hal-hal baru dan terus-menerus belajar.
- Aplikasi-aplikasi di Linux belum seampuh aplikasi di Windows.
- Struktur direktori dan hak-akses yang membingungkan bagi yang sudah terbiasa dengan Windows dan belum mengenal UNIX/Linux sama sekali.
Jawaban Tugas Komdat
Posted on: April 11, 2011
- Apa , fungsi, contoh dari OSI dan TCP/IP?
Jawab :
Model OSI (Open Systems Interconnection) adalah suatu model arsitektur berlapis (layered framework) untuk desain sistem jaringan yg memungkinkan komunikasi antara semua tipe sistem komputer . Model OSI bukan protokol, tetapi suatu model utk memahami arsitektur perancangan jaringan .
Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protoklol jaringan dan metode transmisi. Model dibagi menjadi 7 layer, dengan karakteristik dan fungsinya masing-masing. Tiap layer harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupun dibawahnya secara langsung melalui serentetan protokol dan standard.
Model ini juga dikenal dengan model tujuh lapis OSI (OSI seven layer model). Berikut dibawah ini merupakan gambar dari model OSI 7 Layer
Definisi masing-masing Layer pada model OSI
7. Application adalah Layer paling tinggi dari model OSI, seluruh layer dibawahnya bekerja untuk layer ini, tugas dari application layer adalah Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, NFS.
6. Presentation berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual network komputing (VNC) atau Remote Dekstop Protokol (RDP).
5. Session Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan.
4. Transport Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadap paket-paket yang hilang di tengah jalan.
3. Network Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer3.
2. Data Link Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame.
1. Physical adalah Layer paling bawah dalam model OSI. Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.
TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol)
TCP/IP adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak(software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack.
Macam-Macam Layer pada TCP/IP :
Definisi Masing-masing Layer pada model TCP/IP
4. Application merupakan Layer paling atas pada model TCP/IP, yang bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP. Protokol ini mencakup protokol Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Domain Name System (DNS), Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), Telnet, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Simple Network Management Protocol (SNMP), dan masih banyak protokol lainnya. Dalam beberapa implementasi Stack Protocol, seperti halnya Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Sockets (Winsock) atau NetBios over TCP/IP (NetBT).
3. Transport berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-oriented atau broadcast yang bersifat connectionless. Protokol dalam lapisan ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Diagram Protocol (UDP).
2. Internet berfungsi untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP),Internet control Message Protocol (ICMP), dan Internet Group Management Protocol (IGMP).
1. Network Interface berfungsi untuk meletakkan frame – frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN (seperti halnya Ethernet dan Token Ring), Man dan Wan (seperti halnya dial-up model yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digital Network (ISDN), serta Asynchronous Transfer Mode (ATM).
2. Apa , ciri, perbedaan dari TCP dan UDP
Jawab :
- TCP merupakan protokol yang connection-oriented yang artinya menjaga reliabilitas hubungan komunikadasi end-to-end. Konsep dasar cara kerja TCP adalah mengirim dan menerima segmen– segmen informasi dengan panjang data bervariasi pada suatu datagram internet. TCP menjamin realibilitas hubungan komunikasi karena melakukan perbaikan terhadap data yang rusak, hilang atau kesalahan kirim. Hal ini dilakukan dengan memberikan nomor urut pada setiap paket yang dikirimkan dan membutuhkan sinyal jawaban positif dari penerima berupa sinyal ACK(acknoledgment). Jika sinyal ACK ini tidak diterima pada interval pada waktu tertentu, maka data akan dikirikmkan kembali. Pada sisi penerima, nomor urut tadi berguna untuk mencegah kesalahan urutan data dan duplikasi data. TCP juga memiliki mekanisme flow control dengan cara mencantumkan informasi dalam sinyal ACK mengenai batas jumlah paket data yang masih boleh ditransmisikan pada setiap segmen yang diterima dengan sukses. Dalam hubungan VoIP, TCP digunakan pada saat signaling, TCP digunakan untuk menjamin setup suatu call pada sesi signaling. TCP tidak digunakan dalam pengiriman data suara pada VoIP karena pada suatu komunikasi data VoIP penanganan data yang mengalami keterlambatan lebih penting daripada penanganan paket yang hilang.
- UDP yang merupakan salah satu protocol utama diatas IP merupakan transport protocol yang lebih sederhana dibandingkan dengan TCP. UDP digunakan untuk situasi yang tidak mementingkan mekanisme reliabilitas. Header UDP hanya berisi empat field yaitu source port, destination port, length dan UDP checksum dimana fungsinya hampir sama dengan TCP, namun fasilitas checksumpada UDP bersifat opsional.UDP pada VoIP digunakan untuk mengirimkan audio stream yang dikrimkan secara terus menerus.UDP digunakan pada VoIP karena pada pengiriman audio streaming yang berlangsung terusmenerus lebih mementingkan kecepatan pengiriman data agar tiba di tujuan tanpa memperhatikan adanya paket yang hilang walaupun mencapai 50% dari jumlah paket yang dikirimkan. (VoIP fundamental, Davidson Peters, Cisco System,163) Karena UDP mampu mengirimkan data streaming dengan cepat, maka dalam teknologi VoIP UDP merupakan salah satu protokol penting yang digunakan sebagai header pada pengiriman data selain RTP dan IP. Untuk mengurangi jumlah paket yang hilang saat pengiriman data (karena tidak terdapat mekanisme pengiriman ulang) maka pada teknolgi VoIP pengiriman data banyak dilakukan pada private network.
Cara Kerja dan Konsep Repository Versi lama di Ubuntu
Dalam linux keturunan Debian, Telinga kita tidak asing mendengar kata kata repository, atau bahasa gaulnya repo, karena ini sangat penting sekali jika Anda ingin melakukan update maupun install paket pada keturunan debian ini, berbeda dengan Centos atau Fedora yang keturunan Red Hat yang biasanya
Cara Kerja dan Konsep Repository Versi lama di Ubuntu
Dalam linux keturunan Debian, Telinga kita tidak asing mendengar kata kata repository, atau bahasa gaulnya repo, karena ini sangat penting sekali jika Anda ingin melakukan update maupun install paket pada keturunan debian ini, berbeda dengan Centos atau Fedora yang keturunan Red Hat yang biasanya sudah disediakan dalam File Iso-nya, untuk itu, Mari kita berkenalan terlebih dahulu mengenai apa yang namanya Repo.
Pertama, kita kenalan sama apa itu istilah, cara kerja dan menggunakan REPOSITORY Ubuntu dan turunan Debian.
Repository adalah istilah diturunan Debian sebagai tempat/sumber paket installer (.deb) dari server repository yang dipanggil dari OS turunan Debian.
Istilah repository (Debian) sama dengan distfile-nya Linux Gento atau Port-nya BSD.
Paket installer Debian ber ekstensi .deb, .deb ini bisa diinstall disemua diturunan Debian misal Ubuntu, backtrack 4 pre-final, Mint, dll. bisa juga diinstall diturunan Red Hat atau OS lain tapi harus menginstall terlebih dahulu software khusus untuk konversi .deb ke .rpm atau sebaliknya.
Di Debian .deb di install dengan software utama “dpkg” (debian package).
Misal saya punya file installer .deb namanya shaboo.deb maka cara menginstallnya adalah :
#dpkg -i shaboo.deb ==> artinya install paket shaboo.deb
Diatas merupakan basic cara menginstall paket .deb dengan software utamanya Debian “dpkg”, otomatis file harus yang akan diinstall harus didownload secara manual dan terkadang kita akan kesulitan untuk dependency filenya (ngertilah apa itu istilah file dependency ^^)…
ok itu basic dari paket Debian.
Untuk Debian dan turunannya perintah “dpkg” sudah jarang digunakan. sekarang masing-masing OS sudah punya software paket manager sendiri-sendiri, dimana paket installer akan didownload dari server repository, bukan manual seperti diatas.
Jaman sekarang biasanya kita menggunakan software “aptitude” (console/terminal) atau “synaptic” (GUI), dua contoh software itu basic-nya memanfaat software “apt”(advance package tool)”, (seperti “lib-pcap” yang dipake di “tcpdump”, “ethereal” atau “wireshark” untuk capture paket.
Cara kerja “apt” bagaimana ?
1. Pertama kita harus masukan source alamat server repository.
2. Update database paket yang ada/bisa diinstall dari server repository.
3. Install paket yang ada/dari server repository.
Itu tadi diatas langkah teorinya, prakteknya seperti ini :
1. #nano /etc/apt/sources.list
Lalu tambahkan list alamat server repository yang akan kita tembak:
Ex:
deb http://www.ittelkom.ac.id/pinguin/ubuntu/jaunty jaunty-updates main multiverse universe restricted
deb http://www.ittelkom.ac.id/pinguin/ubuntu/jaunty jaunty-backports main multiverse universe restricted
deb http://www.ittelkom.ac.id/pinguin/ubuntu/jaunty jaunty-proposed main multiverse universe restricted
deb http://www.ittelkom.ac.id/pinguin/ubuntu/jaunty jaunty-security main multiverse universe restricted
deb http://www.ittelkom.ac.id/pinguin/ubuntu/jaunty jaunty main restricted universe multiverse
Setelah diedit save.
2. #apt-get update
Perintah ini akan men-download file Sources.gz atau Packages.gz atau Sources.bz2 atau Packages.bz2. file-file ini berisi database paket apa aja yang ada/disediakan oleh server. semakin banyak software yang ada didatabase server semakin besar ukurannya sehingga ketika update kita merasa akan akan lama, padahal dengan perintah “#apt-get update” kita belum menginstall software yang kita butuhkan, apalagi seperti skr (2008-skr) dari STT… , memakai VPN mahasiswa terus cara menembaknya ke www.archive.ubuntu.com (internet) akan lama sekali.Oleh karena itu bakar saja itu SISFO bilangin 8 Mbps.
Selanjutnya ….
Total file database yang berhasil didownload dapat dilihat diakhir proses update.
3. Misal kita mau install web server “apache 2″:
#aptitude install apache2 atau #apt-get install apache2
Bisa juga multipackage, misal mau install apache2, mysql-server, php-mysql, php, ssh secara bersamaan :
#aptitude install apache2 mysql-server php-mysql php ssh
ini baru download paket .deb nya, tapi kita dituntut tau nama paket secara detail,itu kalau memakai console/terminal, klo GUI:
System-> Administration-> Synaptic Package Manager
Setelah sudah masuk synaptic:
Settings-> Repositories
Nanti ada tab third-party software, nah add disitu…
Kalau sudah close software source
Terus click reload …
Klo mau install paket cari dulu pake Search lalu cek list atau tandai lalu apply …
SELESAI SUDAH, ITU CARA INSTALL PROGRAM/PAKET DARI REPOSITORY.
Catatan:
Untuk jaringan yang menggunakan proxy seperti di STT jangan lupa export proxy-nya kalau menembak ke internet, klo intranet STT disini aja di PINGUIN
Export http proxy:
#export http_proxy=http://172.16.1.1:8080
Konsep Baru pada Booting Ubuntu 9.10
Konsep booting ini berasal dari blueprint Launchpad yang berjudul karmic-boot-experience.
Usplash yang dulu menemani anda untuk proses booting Ubuntu dari Ubuntu versi 5.10 kini akan ditinggalkan, dan diganti dengan Xsplash, yaitu sebuah perangkat lunak untuk memunculkan splash screen di atas X server. Jadi, splash screen akan muncul setelah X server dijalankan oleh sistem. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi transisi dengan munculnya flickr setelah proses menampilkan splash screen. Setelah proses booting selesai, maka layar login akan langsung nampak. Kemudian pada saat proses masuk ke desktop, splash screen akan kembali muncul.
Model splash screen tidak akan jauh beda dengan model yang sudah sejak lama digunakan, yaitu dengan adanya logo Ubuntu ditambah dengan animasi progressbar di bagian bawahnya. Pada bagian splash, akan ditambah sebuah bagian di bagian bawah yang akan menampilkan berbagai petunjuk.
Eit, ada yang hampir lupa saya sampaikan. GRUB yang menjadi bootloader dari Ubuntu juga akan dimodif, dengan menggunakan GRUB versi 2.0. Pilihan sistem operasi akan dibuat menyatu dengan splash screen dan dibuat tanpa adanya flickr setelah proses pemilihan sistem operasi dengan proses booting. Hal ini seperti yang sudah ada di sistem operasi Mac OS X.
Jika terdapat pesan kernel panic atau pada saat proses pengecekan harddisk, juga akan dibuat lebih elegan. Layar tidak akan dikembalikan ke mode teks dan menapilkan pesan yang membuat beberapa pengguna sakit kepala, namun akan dibuat lebih indah dan menyatu dengan splash.
Demikian penjelasan dari konsep baru proses booting pada Karmic Koala. Semoga konsep tersebut bisa 100% terealisasi. Untuk konsep yang lebih lengkap, silahkan menuju ke https://wiki.ubuntu.com/DesktopExperienceTeam/KarmicBootExperienceDesignSpec.
disediakan dalam File Iso-nya, untuk itu, Mari kita berkenalan terlebih dahulu mengenai apa yang namanya Repo.
Pertama, kita kenalan sama apa itu istilah, cara kerja dan menggunakan REPOSITORY Ubuntu dan turunan Debian.
Repository adalah istilah diturunan Debian sebagai tempat/sumber paket installer (.deb) dari server repository yang dipanggil dari OS turunan Debian.
Istilah repository (Debian) sama dengan distfile-nya Linux Gento atau Port-nya BSD.
Paket installer Debian ber ekstensi .deb, .deb ini bisa diinstall disemua diturunan Debian misal Ubuntu, backtrack 4 pre-final, Mint, dll. bisa juga diinstall diturunan Red Hat atau OS lain tapi harus menginstall terlebih dahulu software khusus untuk konversi .deb ke .rpm atau sebaliknya.
Di Debian .deb di install dengan software utama “dpkg” (debian package).
Misal saya punya file installer .deb namanya shaboo.deb maka cara menginstallnya adalah :
#dpkg -i shaboo.deb ==> artinya install paket shaboo.deb
Diatas merupakan basic cara menginstall paket .deb dengan software utamanya Debian “dpkg”, otomatis file harus yang akan diinstall harus didownload secara manual dan terkadang kita akan kesulitan untuk dependency filenya (ngertilah apa itu istilah file dependency ^^)…
ok itu basic dari paket Debian.
Untuk Debian dan turunannya perintah “dpkg” sudah jarang digunakan. sekarang masing-masing OS sudah punya software paket manager sendiri-sendiri, dimana paket installer akan didownload dari server repository, bukan manual seperti diatas.
Jaman sekarang biasanya kita menggunakan software “aptitude” (console/terminal) atau “synaptic” (GUI), dua contoh software itu basic-nya memanfaat software “apt”(advance package tool)”, (seperti “lib-pcap” yang dipake di “tcpdump”, “ethereal” atau “wireshark” untuk capture paket.
Cara kerja “apt” bagaimana ?
1. Pertama kita harus masukan source alamat server repository.
2. Update database paket yang ada/bisa diinstall dari server repository.
3. Install paket yang ada/dari server repository.
Itu tadi diatas langkah teorinya, prakteknya seperti ini :
1. #nano /etc/apt/sources.list
Lalu tambahkan list alamat server repository yang akan kita tembak:
Ex:
deb http://www.ittelkom.ac.id/pinguin/ubuntu/jaunty jaunty-updates main multiverse universe restricted
deb http://www.ittelkom.ac.id/pinguin/ubuntu/jaunty jaunty-backports main multiverse universe restricted
deb http://www.ittelkom.ac.id/pinguin/ubuntu/jaunty jaunty-proposed main multiverse universe restricted
deb http://www.ittelkom.ac.id/pinguin/ubuntu/jaunty jaunty-security main multiverse universe restricted
deb http://www.ittelkom.ac.id/pinguin/ubuntu/jaunty jaunty main restricted universe multiverse
Setelah diedit save.
2. #apt-get update
Perintah ini akan men-download file Sources.gz atau Packages.gz atau Sources.bz2 atau Packages.bz2. file-file ini berisi database paket apa aja yang ada/disediakan oleh server. semakin banyak software yang ada didatabase server semakin besar ukurannya sehingga ketika update kita merasa akan akan lama, padahal dengan perintah “#apt-get update” kita belum menginstall software yang kita butuhkan, apalagi seperti skr (2008-skr) dari STT… , memakai VPN mahasiswa terus cara menembaknya ke www.archive.ubuntu.com (internet) akan lama sekali.Oleh karena itu bakar saja itu SISFO bilangin 8 Mbps.
Selanjutnya ….
Total file database yang berhasil didownload dapat dilihat diakhir proses update.
3. Misal kita mau install web server “apache 2″:
#aptitude install apache2 atau #apt-get install apache2
Bisa juga multipackage, misal mau install apache2, mysql-server, php-mysql, php, ssh secara bersamaan :
#aptitude install apache2 mysql-server php-mysql php ssh
ini baru download paket .deb nya, tapi kita dituntut tau nama paket secara detail,itu kalau memakai console/terminal, klo GUI:
System-> Administration-> Synaptic Package Manager
Setelah sudah masuk synaptic:
Settings-> Repositories
Nanti ada tab third-party software, nah add disitu…
Kalau sudah close software source
Terus click reload …
Klo mau install paket cari dulu pake Search lalu cek list atau tandai lalu apply …
Klo cara ini cape nge-click aduh malesnya… tapi untuk pemula bagus sih lebih gampang dan yang blom tau nama paket yang mau diinstall… klo aku mending pake console aja iya ga ??? ^^
Answer : Bagaimana klo cara pake repo DVD ?
Gampang sekali tidak usah mikir harus ngedit sources.list, begini caranya:
Caranya sama seperti yang diatas tetapi No.1 tidak perlu,
kedua ketik perintah “#apt-cdrom add”, “#apt-get update” tidak usah.
ketiga sama persis… nanti si “apt” minta DVD berapa yang diminta, tinggal masukin DVD sesuai permintaan “apt”.
SELESAI SUDAH, ITU CARA INSTALL PROGRAM/PAKET DARI REPOSITORY.
Catatan:
Untuk jaringan yang menggunakan proxy seperti di STT jangan lupa export proxy-nya kalau menembak ke internet, klo intranet STT disini aja di PINGUIN
Export http proxy:
#export http_proxy=http://172.16.1.1:8080
Konsep Baru pada Booting Ubuntu 9.10
Konsep booting ini berasal dari blueprint Launchpad yang berjudul karmic-boot-experience.
Usplash yang dulu menemani anda untuk proses booting Ubuntu dari Ubuntu versi 5.10 kini akan ditinggalkan, dan diganti dengan Xsplash, yaitu sebuah perangkat lunak untuk memunculkan splash screen di atas X server. Jadi, splash screen akan muncul setelah X server dijalankan oleh sistem. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi transisi dengan munculnya flickr setelah proses menampilkan splash screen. Setelah proses booting selesai, maka layar login akan langsung nampak. Kemudian pada saat proses masuk ke desktop, splash screen akan kembali muncul.
Model splash screen tidak akan jauh beda dengan model yang sudah sejak lama digunakan, yaitu dengan adanya logo Ubuntu ditambah dengan animasi progressbar di bagian bawahnya. Pada bagian splash, akan ditambah sebuah bagian di bagian bawah yang akan menampilkan berbagai petunjuk.GRUB yang menjadi bootloader dari Ubuntu juga akan dimodif, dengan menggunakan GRUB versi 2.0. Pilihan sistem operasi akan dibuat menyatu dengan splash screen dan dibuat tanpa adanya flickr setelah proses pemilihan sistem operasi dengan proses booting. Hal ini seperti yang sudah ada di sistem operasi Mac OS X.
Jika terdapat pesan kernel panic atau pada saat proses pengecekan harddisk, juga akan dibuat lebih elegan. Layar tidak akan dikembalikan ke mode teks dan menapilkan pesan yang membuat beberapa pengguna sakit kepala, namun akan dibuat lebih indah dan menyatu dengan splash.
contoh menginstal pada ubuntu :
Jika kita belum merasa pas dengan program bawaan linux maka kita dapat menambahnya sendiri. Tetapi kebanyakan para pengguna linux menemui jalan buntu disini, pada proses instalasinya. Berbeda dengan windows, dimana jika kita ingin menambahkan program dalam sistem operasi windows maka tinggal kita eksekusi file setup.exe atau file executable lainnya dan proses instalasi akan berjalan dengan tahap demi tahap secara grafis. Sehingga pengguna manapun tidak akan merasa kesulitan dalam setiap prosesnya. Sedangkan pada linux, proses instalasi program tambahan dijalankan melalui terminal dengan text mode, jadi hanya sebagian orang saja yang bisa mengoperasikannya sampai proses instalasi selesai. Atau jika ingin tampilan saat instalasi secara grafis (GUI) maka kita harus terhubung dengan internet untuk melakukannya dengan menggunakan add/remove program.
Dalam artikel kali ini saya akan membahas cara menginstall program pada sistem operasi linux ubuntu. Langkah – langkahnya adalah sebagai berikut :
- Download file installer program yang kita maksud (berekstensi *.deb) setelah itu install, bisa langsung dua kali klik lalu install. Atau bisa juga menggunakan terminal yaitu dengan cara masuk ke direktori tempat file *.deb berada, ketik ”sudo su” dan masukkan password administrator kemudian ketik “sudo dpkg -i nama_paket.deb“. Kalau ada error coba ketikkan “sudo apt-get install -f”
- Jika dapat file dengan ekstensi *.sh atau *.bin maka cara install dari terminal juga. Biasanya dengan perintah “./nama.sh” atau “./nama.bin“
- Jika dapat file yang berekstensi *.tar.bz2 , *.tar atau sejenis maka file harus di ekstrak dulu kemudian baca instruksi di readme atau INSTALL. Secara umum bisa diinstall dengan menggunakan perintah “./configure” kemudian tunggu beberapa saat, diteruskan ”make” dan ”sudo make install”.
Informatika
Suatu bidang keilmuan yang mempelajari teknologi komputer khususnya dalam pengembangan perangkat lunak. Informatika merupakan salah satu cabang keilmuan yang cukup luas karena hampir mencakup dan terkait dengan berbagai hal tentang kehidupan ini, dimana kumpulan disiplin informatika ini meliputi sains maupun teknik yang secara spesifik mengolah data menjadi informasi dengan memanfaatkan seoptimal mungkin teknologi informasi atau komputer. Dalam bahasa Indonesia, istilah Informatika diturunkan dari bahasa Perancis informatique, yang dalam bahasa Jerman disebut Informatik. Sebenarnya, kata ini identik dengan istilah computer science di Amerika Serikat dan computing science di Inggris. Dalam pendefenisian istilah informatika, menurut Philippe Dreyfus (1962) dan l`Academie Francaise (1967) yang mendefenisikan informatika tersebut sebagai berikut: Kumpulan Disiplin Ilmu (scientific discipline) dan Disiplin Teknik (engineering discipline) yang secara spesifik menyangkut transformasi / pengolahan dari “Fakta Simbolik” (data / informasi), yang terutama menggunakan fasilitas mesin-mesin otomatis/komputer. Dalam bahasa Inggris memiliki makna yang sedikit berbeda, yaitu lebih menekankan pada aspek pengolahan informasi secara sistematis dan rasional. Jika dilihat secara menyeluruh dari pengertian informatika di atas, pendekatan logika dan sistematika merupakan ciri yang cukup dominan dari Informatika ini, mengingat pendekatan tersebut merupakan kunci dalam hal mendapatkan solusi dalam menyelesaikan berbagai masalah. Pada prinsipnya keilmuan ini lebih menekankan bagaimana suatu data dan informasi dapat diolah sedemikian dengan berbantuan teknologi yang terotomatisasi. Teknologi yang terautomatisasi tersebut tidak hanya dalam satu mesin, namun bisa melibatkan beberapa mesin. Mesin ini lebih umum disebut dengan komputer. Komputer sebagai bahan utama dalam bidang keilmuan ini memiliki peranan yang sangat tinggi, sehingga informatika secara sederhana mengupas mulai dari bagaimana mesin tersebut bisa bekerja, bagaimana suatu data diolah dengan cara yang dimengerti oleh mesin sedangkan informasinya dimengerti juga oleh manusia, sampai bagaimana mesin tersebut mampu berkomunikasi dengan mesin lainnya.
- Jaringan Komputer adalah Kumpulan beberapa Komputer dan peralatan lain yang saling terhubung satu sama lainnya dengan menggunakan aturan-aturan tertentu. Berdasarkan dari ruang lingkup jangkauanya, jaringan komputer dibedakan menjadi beberapa jenis. Jenis-Jenis Jaringan Komputer tersebut adalah LAN (Local Area Network), MAN (Metropolitan Area Network), WAN (Wide Area Network), Intranet dan Internet. Berikut adalah Penjelasan dari Jenis-Jenis Jaringan Komputer :
1. Local Area Network (LAN)
Local Area Network biasa disingkat LAN adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil, seperti jaringan komputer kampus, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang lebih kecil. Saat ini, kebanyakan LAN berbasis pada teknologi IEEE 802.3 Ethernet menggunakan perangkat switch, yang mempunyai kecepatan transfer data 10, 100, atau 1000 Mbit/s. Selain teknologi Ethernet, saat ini teknologi 802.11b (atau biasa disebut Wi-fi) juga sering digunakan untuk membentuk LAN. Tempat-tempat yang menyediakan koneksi LAN dengan teknologi Wi-fi biasa disebut hotspot.
Pada sebuah LAN, setiap node atau komputer mempunyai daya komputasi sendiri, berbeda dengan konsep dump terminal. Setiap komputer juga dapat mengakses sumber daya yang ada di LAN sesuai dengan hak akses yang telah diatur. Sumber daya tersebut dapat berupa data atau perangkat seperti printer. Pada LAN, seorang pengguna juga dapat berkomunikasi dengan pengguna yang lain dengan menggunakan aplikasi yang sesuai.
Berbeda dengan Jaringan Area Luas atau Wide Area Network (WAN), maka LAN mempunyai karakteristik sebagai berikut :
1. Mempunyai pesat data yang lebih tinggi
2. Meliputi wilayah geografi yang lebih sempit
3. Tidak membutuhkan jalur telekomunikasi yang disewa dari operator telekomunikasi
Biasanya salah satu komputer di antara jaringan komputer itu akan digunakan menjadi server yang mengatur semua sistem di dalam jaringan
2. Metropolitant Area Network (MAN)
Metropolitan area network atau disingkat dengan MAN adalah suatu jaringan dalam suatu kota dengan transfer data berkecepatan tinggi, yang menghubungkan berbagai lokasi seperti kampus, perkantoran, pemerintahan, dan sebagainya. Jaringan MAN adalah gabungan dari beberapa LAN. Jangkauan dari MAN ini antar 10 hingga 50 km, MAN ini merupakan jaringan yang tepat untuk membangun jaringan antar kantor-kantor dalam satu kota antara pabrik/instansi dan kantor pusat yang berada dalam jangkauannya.
3. Wide Area Network (WAN)
WAN adalah singkatan dari istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris: Wide Area Network merupakan jaringan komputer yang mencakup area yang besar sebagai contoh yaitu jaringan komputer antar wilayah, kota atau bahkan negara, atau dapat didefinisikan juga sebagai jaringan komputer yang membutuhkan router dan saluran komunikasi publik.
WAN digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal yang satu dengan jaringan lokal yang lain, sehingga pengguna atau komputer di lokasi yang satu dapat berkomunikasi dengan pengguna dan komputer di lokasi yang lain.
4. Intranet
Intranet adalah jaringan komputer khusus yang hanya diperuntukan atau dapat diakses oleh satu pihak. Contohnya : Telkom Pekanbaru dan Telkom Jakarta.
5. Internet
Internet (interconnected-networking) adalah jaringan komputer yang mencangkup area seluruh dunia (global) jadi semua orang di belahan Bumi ini dapat berkomunikasi dan bertukar data di Internet.
Bak kacang goreng, penjualan krim yang menjanjikan kulit ‘lebih putih’ laris manis di Asia dan Afrika. Para wanita menggunakan krim itu untuk menghilangkan bercak-bercak hitam akibat jerawat. Nah tahukah Anda, bahan yang terkandung dalam krim pemutih justu membahayakan kulit bahkan kesehatan bagi penggunanya?
Pakar dermatologi Prancis Khadi Sy Bizet menentang penggunaan krem pemutih kulit. Dokter yang berasal dari Pantai Gading itu menemukan pasiennya memiliki wajah dengan bercak-bercak hitam, jerawat, dan garis-garis kaku pada kulit. Setelah ditanyai, ternyata itu merupakan dampak berkelanjutan pemakaian krim pemutih.
“Perempuan Afrika memakai krim yang mengandung kortison untuk memutihkan kulit,” kata dokter yang menspesialisasikan dirinya untuk kecantikan kulit wanita Afrika itu.
Bizet menjelaskan krim pemutih mengandung zat bernama kortison. Jika digunakan untuk waktu panjang, kortison dapat merusak lapisan atas kulit.
Bizet mengaku dokter kerap menulis kortison sebagai resep untuk kasus-kasus kulit tertentu. Itupun digunakan untuk waktu singkat agar menghindari efek negatif. Tapi perempuan Afrika justru mencari efek samping itu dengan risiko merusak kesehatannya sendiri.
Tak hanya itu, kata Bizet, kortison sebenarnya obat peredam rasa sakit karena dosisnya keras. Apabila meresap ke dalam darah, penggunanya akan berisiko menderita diabetes, tekanan darah tinggi, atau penyakit akut yang membuatnya harus menjalani perawatan lama.
Bahan keras lainnya yang sering terkandung dalam krim pemutih adalah hydrochinon. Bahan kimia ini dulunya digunakan di kamar gelap dalam dunia fotografi. Cukup lama hydrochinon sempat dikenal sebagai sarana manjur menghilangkan bercak di kulit.
Meski demikian penggunaan secara sering dapat menimbulkan efek samping seperti kulit menjadi merah, terbakar, dan gatal-gatal. Oleh sebab itu Uni Eropa melarang penggunaan hydrochinon pada produk-produk kosmetik sejak tahun 2001.
Selain bahan kimia ada pula produk krim pemutih yang mengandung air raksa. Bahan yang tergolong memiliki kadar racun tinggi ini, dapat menyebabkan kerusakan parah pada organ tubuh sampai menimbulkan kematian. Raksa juga terkandung pada sabun-sabun yang dijual di Afrika. Semua produk ini harus digunakan setiap hari. Jika tidak, warna kulit akan kembali menjadi gelap, yang merupakan warna kulit aslinya.(go4/***)

U-BUNTU
Ubuntu adalah sistem operasi lengkap berbasis Linux, tersedia secara bebas dan mempunyai dukungan baik yang berasal dari komunitas maupun tenaga ahli profesional. Ubuntu sendiri dikembangkan oleh komunitas sukarelawan Ubuntu dan kami mengundang Anda untuk turut serta berpartisipasi mengembangkan Ubuntu!
Komunitas Ubuntu dibentuk berdasarkan gagasan yang terdapat di dalam filosofi Ubuntu: bahwa perangkat lunak harus tersedia dengan bebas biaya, bahwa aplikasi perangkat lunak tersebut harus dapat digunakan dalam bahasa lokal masing-masing dan untuk orang-orang yang mempunyai keterbatasan fisik, dan bahwa pengguna harus mempunyai kebebasan untuk mengubah perangkat lunak sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.
Perihal kebebasan inilah yang membuat Ubuntu berbeda dari perangkat lunak berpemilik (proprietary); bukan hanya peralatan yang Anda butuhkan tersedia secara bebas biaya, tetapi Anda juga mempunyai hak untuk memodifikasi perangkat lunak Anda sampai perangkat lunak tersebut bekerja sesuai dengan yang Anda inginkan.
Berikut ini adalah komitmen publik tim Ubuntu untuk para penggunanya:
Ubuntu akan selalu bebas dari biaya, maka dari itu tidak akan ada biaya tambahan untuk “edisi enterprise”, kami akan membuat semua pekerjaan terbaik Ubuntu tersedia untuk semua orang dengan istilah Bebas yang sama.
Ubuntu juga menyediakan dukungan komersial dari ratusan perusahaan di seluruh dunia. Ubuntu dirilis secara tetap dan dapat Anda prediksikan; rilis Ubuntu terbaru tersedia setiap enam bulan. Setiap rilis akan didukung oleh Ubuntu dengan perbaikan pada keamanan dan perbaikan lainnya secara bebas selama sekurangnya 18 bulan.
Ubuntu akan menyertakan terjemahan dan prasarana aksesibilitas terbaik yang dimiliki oleh komunitas Perangkat Lunak Bebas, hal ini berguna untuk membuat Ubuntu dapat dipergunakan oleh banyak orang. Kami juga bekerja sama dengan seluruh komunitas Perangkat Lunak Bebas dalam hal perbaikan bug dan saling membagi kode.
Ubuntu berkomitmen secara penuh terhadap prinsip-prinsip dari pengembangan perangkat lunak bebas; untuk ini kami mendorong masyarakat untuk menggunakan perangkat lunak bebas dan open source, lalu memperbaikinya dan kemudian menyebarkannya kembali.
Ubuntu cocok digunakan baik untuk desktop maupun server. Ubuntu saat ini mendukung berbagai arsitektur komputer seperti PC (Intel x86), PC 64-bita (AMD64), PowerPC (Apple iBook dan Powerbook, G4 dan G5), Sun UltraSPARC dan T1 (Sun Fire T1000 dan T2000).
Ubuntu menyertakan lebih dari 16.000 buah perangkat lunak, dan untuk instalasi desktop dapat dilakukan dengan menggunakan satu CD saja. Ubuntu menyertakan semua aplikasi standar untuk desktop mulai dari pengolah kata, aplikasi lembar sebar (spreadsheet) hingga aplikasi untuk mengakses internet, perangkat lunak untuk server web, peralatan untuk bahasa pemrograman dan tentu saja beragam permainan.
Kelebihan U-BUNTU
* 3D Interface
Salah satu hal yang dibanggakan oleh Microsoft pada Windows Vista adalah interface barunya, Aero. Sayangnya, Aero dapat membuat komputer yang berspesifikasi tinggi berjalan lambat. Laptop dengan memori 2 GB pun akan terasa lambat. Ini disebabkan Windows Vista menuntut spesifikasi hardware yang tinggi.
Sebetulnya sebelum Windows Vista di rilis, Ubuntu telah mampu menampilkan interface 3D. Pada versi Ubuntu 7.04, banyak orang yang mengatakan bahwa interface Ubuntu (Beryl) justru lebih menawan daripada Aero – dan hanya membutuhkan spesifikasi komputer yang tidak terlalu tinggi.
* Kompatibilas
Ubuntu kompatibel dengan hampir semua perangkat keras terbaru. Untuk mendapatkan daftar lengkap mengenai hardware apa saja yang telah didukung oleh Ubuntu.
Banyak orang yang terkejut ketika menemukan bahwa Ubuntu dapat menemukan semua perangkat keras yang ada dikomputer mereka secara otomatis dan mengkonfigurasinya sehingga siap pakai. Bahkan berbagai W-LAN ccard, yang biasanya jarang dikenali, kini sudah terdeteksi secara otomatis. Dengan update yang tergolong cepat, Ubuntu siap untuk mendukung hardware-hardware baru yang ada di pasaran. Patch kecil yang disediakan secara berkala baik secara resmi maupun dari pihak ketiga akan selalu disediakan untuk membantu kompatibilitas Ubuntu dengan hardware terkini.
* Kemudahan Migrasi
Sejak versi Ubuntu 7.04, Ubuntu sudah menyertakan Migration Tool. Feature ini sudah menjadi tool default. Utility akan membantu anda dalam memindahkan data anda dari Windows ke Ubuntu dengan sangat mudah.
Selain itu, Ubuntu juga memberikan website khusus dengan alamat https://help.ubuntu.com/community/SwitchingToUbuntu. Di halaman ini tertera artikel yang membantu anda dalam melakukan migrasi, baik dari Windows Mac OS, maupun dari distro Linux lainnya. Pada halaman ini, anda juga dapat melihat aplikasi-aplikasi padanan di Ubuntu untuk aplikasi populer yang biasa digunakan di Windows dan Mac OS.
* Advance Linux
Walaupun sederhana pada awalnya, Ubuntu juga dapat dikonfigurasikan menjadi sangat canggih. Dalam proses instalasi suatu program, Ubuntu memiliki sedikit perbedaan dibandingkan Windows. Ubuntu, seperti Debian, menggunakan package management system berbasis ‘Apt’ (Advance Packaging Tool). Apt merupakan sistem manajemen paket yang memudahkan pengguna dalam mengelola suatu software. Apt akan melakukan otomatisasi dalam pengabilan, kofigurasi, serta instalasi dari suatu paket software.
Pada umumnya, paket-paket software pada Ubuntu diambil dari suatu wadah penyedia software yang dinamakan “Repository”. Pada umumnya, Repository Ubuntu berisi pustaka software yang disediakan pada suatu server tertentu Untuk elakukan instalasi, Apt akan mendownload file yang dibutuhkan dari suatu repository, mengkonfigurasikannya sesuai sistem, lalu meng-install-nya pada komputer pengguna. Dengan sistem ini, pengguna tidak perlu repot lagi dalam meng-install sebuah software yang diinginkannya. Otomatisasi ini yang menjadi salah satu daya tarik Ubuntu.
Bagi yang familiar dengan SUS (Software Update Service) dan WSUS (Windows Software Update Service) dari Microsoft, Apt memiliki nyaris semua kemampuan SUS – dan lebih banyak lagi. Tidak itu saja, Apt telah ada jauh sebelum SUS sehingga telah terbukti sangat reliable dan efisien.
Untuk perawatan server dan desktop dalam jumlah besar, Apt sangat membantu menghemat waktu dan tenaga anda. Proses administrasi yang user-friendly akan meringankan beban seorang IT Support dalam mengelola komputer berbasis Ubuntu.
Dengan puluhan ribu pustaka softwaregratis yang tersedia di repository-nya, dan berbasiskan distro Debian yang sangat fleksibel, Ubuntu siap menjadi apa saja yang anda inginkan. Multimedia studio, advance Unix server, central server computing, render farm, develoment workstation, dan lain-lainnya, kemungkinan besar Ubuntu dapat melakukannya. Bahkan Google pun menggunakan Ubuntu di kantornya.
* Mudah Didapatkan
Ubuntu bisa didapatkan dengan berbagai cara. Anda bisa men-download-nya langsung dari berbagai lokasi di seluruh dunia (termasuk Indonesia), memesan secara gratis melalui http://shipit.com, atau memesan dari berbagai distributor Linux di Indonesia. Untuk lebih detailnya silahkan baca pada boks “Website Ubuntu”.
* Less Is More
Kelebihan Ubuntu yang terbesar justru adalah kesederhanaannya. Pada suatu perusahaan pernah dilakukan sebuah eksperimmen: satu lantai kantor dimigrasikan ke Ubuntu pada hari Minggu secara diam-diam. Hari Senin pagi, staf kantor di lantai tersebut menemukan bahwa komputer mereka telah berubah dari Windows menjadi Ubuntu semua.
Tim dari departemen IT yang sebetulnya telah siap sedia untuk membantu mereka menjadi terkejut ketika ternyata telpon mereka tidak berdering. Lebih terkejut lagi ketika menemukan bahwa para staf tersebut telah kembali bekerja seperti biasa!
Ini adalah kesaksian luar biasa terhadap feature user-friendliness dari Ubuntu. Bayangkan, pengguna komputer yang awam dapat terus bekerja dengan Ubuntu dalam waktu singkat, setelah selama bertahun-tahun hanya menggunakan sistem operasi Windows.
Bahkan, mereka justru lebih senang dan nyaman karena kini mereka tidak lagi mengalami masalah yang disebabkan oleh virus dan spyware. Kini, mereka dapat mengerjakan pekerjaan mereka dengan tenang tanpa gangguan lagi.
* Spec Hardware Yang Ramah
Sistem Operasi Ubuntu ini merupakan salah satu OS yang tidak membutuh spesifikasi hardware yang tinggi. Coba anda bandingkan dengan OS buatan Microsoft dengan spesifikasi hardware yang sama atau lebih, Ubuntu ini akan terasa ringan dipakai sehingga meminimalisir Hang atau Crash, dan tidak perlu dipusingkan dengan menunggu pada saat awal bootingnya dengan start up seperti keluarga windows.
Kekekurangan Ubuntu :
* Fitur Standard
Setelah proses instalasi selesai, sistem operasi ubuntu tidak sepenuhnya bisa dipakai langsung oleh pengguna. Dalam pemakaiannya ada beberapa fitur yang harus kita tambahkan sendiri setelah proses instalasi, seperti saat pengguna akan memutar mp3 file, untuk menjalankan file tersebut sang pengguna harus menambahkan plugin untuk mp3 tersebut. Namun jika ingin di install secara offline, anda harus mempunyai CD/DVD Repository yang berisi segala kebutuhan yang terdapat di dalamnya.
*Koneksi Internet
Dalam penginstalan software – software tambahan dan pluginnya, ubuntu sangat memerlukan koneksi internet. Ubuntu yang telah kita install terhubung dengan mirror untuk installasi tambahan, update dsb. Pada saat kita akan menambahkan aplikasi kedalamnya melalui Synaptic Package Manager, atau install manual melalui Terminal, kita akan melewati mirror site yang terdaftar di OS tersebut, kemudian didownloadlah aplikasi tersebut.
*Tidak User Friendly
Mungkin inilah salah satu kekurangan ubuntu yang paling mengena dipara penggunanya. Dari segi penempatan menu, management file & propertiesnya, aplikasi – aplikasi di dalamnya dll, akan membuat kaku para penggunanya karena ketidakbiasaan dalam menjalankannya (mungkin efek dari penerapan pendidikan yang mengenalkan product Microsoft semenjak bangku sekolah). Dalam menggunakannya mungkin akan dibanding – bandingkan dengan OS yang sering mereka pakai sebelumnya. Dalam administrasinya seperti konfigurasi, installasi dsb secara default Ubuntu masih menggunakan file teks dan memerlukan terminal (console).
Konsep Dasar Sistem Operasi :
1.Komponen Sistem Operasi
2.Layanan Sistem Operasi
3.System Calls
4.Pemrograman Sistem
5.Struktur sistem
6.Mesin Virtual
7.Rancangan Sistem
8.System Generation
1)Komponen Sistem :
Managemen Proses
Managemen Memori Utama
Managemen Berkas
Managemen I/O
Managemen Penyimpanan Sekunder
Jaringan
Sistem Proteksi
Command-Interpreter System
1 Definisi Proses
Proses dapat didefinisikan sebagai suatu program yang sedang dalam keadaan eksekusi. Suatu proses juga memuat Program Counte, register, dan variable. Suatu proses membutuhkan resource, seperti: CPU time, memori, file dan I/O device untuk menyelesaikan pekerjaannya. Resources-resource tersebut dialokasikan oleh proses pada saat dibuat atau pada saat dieksekusi.
2 Status Proses
Meskipun tiap-tiap proses terdiri dari suatu keastuan yang terpisah, namun ada kalanya proses-proses tersebut butuh untuk saling berkomunikasi. Satu proses bisa dibangkitkan dari output prosess lainnya sebagai input.
Pada saat proses dieksekusi, akan terjadi perubahan status. Status proses didefinisikan sebagai bagian dari aktivitas proses yang sedang berlangsung saat itu. Gambar 3.1 menunjukkan diagram status proses. Tipa-tiap proses dapat memiliki salah satu status di bawah ini:
- New=proses sedang dibuat
- Running:proses bias dieksekusi, karena CPU tidak sedang mengerjakan tugas yang lain
- Waiting:proses sedang menunggu beberapa event yang akan terjadi ( seperti menunggu untuk menyelesaikan I/O atau menerima sinyal)
- Ready:proses menunggu jatah waktu dari prosesor
- Terminated:proses selesai dieksekusi
Gambar 3.1 Diagram status proses
3 Process Control Block(PCB)
Masing-masing proses direpresentasikan oleh SIstem Operasi dengan menggunakan Processs Control Block(PCB), sperti yang terklihat pada Gambar 3.2
Gambar 3.2 Process Control Block (PCB)
- Status Proses. New, Ready, running, waiting, terminated, dll.
- Program Counter, Menunjukkan alamat berikutnya yang akan dieksekusi oleh proses tersebut.
- CPU Registers. Registyer bervariasi tipe dan jumlahnya tergantung arsitektur computer yang bersangkutan. Register-register tersebut terdiri atas:accumulator, index register, stack pointer, dan register serbaguna dan beberpa informasi tentang kode kondisi. Selama Program Counter berjalan, status informasi harus disimpan pada saat terjadi interrupt. Gambar 3.3 menunjukkan switching proses dari satu proses ke proses berikutnya.
Gambar 3.3 CPU Switch dari satu proses ke proses lainnya
Informasi Penjadwalan CPU. Informasi tersebut berisi prioritas dari suatu proses, pointer ke antrian penjadwalan, dan bebarpa parameter penjadwalan yang lainnya.
4.Informasi Manajemen Memori. Informasi tersebut berisi nilai(basis) dan limit register, page table atau segment table tergantung pada system memory yang digunakan oleh SO.
5.Informasi Accounting. Informasi tersebut berisi jumlah CPU dan real time yang digunakan, time limits, account numbers, jumlah job atau proses, dll.
6.Informasi Status I/O. Informasi tersebut berisi deretan I/O device(sperti tape driver) yang dialokasikan untuk proses tersebut, deretan file yang dibuka, dll.
3.2 Penjadwalan Proses
1 Scheduling Queue
Proses-proses yang masuk pada suatu proses akan diletakkan ke dalam job queue. Sedangkan proses-proses yang ada di memori utama dan menunggu untuk dieksekusi diletakkan pada suatu list yang disebut dengan ready queue. Queue ini disimpan sebagai linked list dan berisi pointer awal dan akhir PCB. Tiap-tiap PCB memiliki suatu pointer field yang menunjukkan ke proses berikutnya dalam ready queue. Deretan proses yang sedang menunggu peralatan I/O tertentu disebut dengan device queue. Gambar 3.4 menunjukkan contoh ready queue dan device queue.
Gambar 3.4 Ready Queue dan Device Queue.
2 Schedulers
Ada 2 bentuk scheduler, yaitu:
- The Longterm Scheduler(job scheduler), menyeleksi proses-proses dari suatu pool dan membawanya ke memori utama untuk dieksekusi.
- The Short-term Scheduler(CPU scheduler). Menyeleksi proses-proses yang siap untuk dieksekusi, dan mengalokasikan CPU ke salah satu dari proses-proses tersebut.
3 Context Switch
Context Switch adalah proses penyimpanan status proses dan mengambil status proses yang baru pad asst terjadi switching.
3.3 Operasi Pada Proses
3.3.1 Pembuatan Proses
Ada beberapa aktifitas berkenaan dengan pembuatan proses, antara lain:
- Memberi identitas(nama) pada proses yang dibuat
- Menyisipkan proses pada list proses atau table proses
- Menentukan prioritas awal proses
- Membuat PCB
- Mengalokasikan resource awal bagi proses tersebut
Ada beberapa kejadian yang menyebabkan pembuatan suatu proses baru, antara lain:
- Pada lingkungan batch sebagai tambahan atas pemberian job. Setelah menciptakan proses baru, system operasi melanjutkan untuk membaca job selanjutnya.
- Pada lingkungan interaktif, pada saat user baru saja login
- Sebagai tanggapan attas suatu aplikasi(seperti:mencetak file, system operasi dapat menciptakan proses yang akan mengelola pencetakan itu).
- Proses menciptakan proses lain(child).
Selama eksekusi, suatu proses mungkin akan membuat suatu proses yang baru. Proses tersebut dinamakan parent, sedangkan proses yang dibuat dinamakan child.
Pada UNIX, parenta akan membentuk child dengan menggunakan FORK system call. Setelah pemanggilan FORK, paret kembali berjalan secara parallel dengan child. Demikian pula, child dapat meanggil FORK untuk membentuk child lainnya. Lain halnya dengan DOS, pada MS-DOS, system call akan memanggil binary file tertentu yang ada pada memori dan mengeksekusinya sebagai child. Parent akan running kembali setelah child selesai eksekusi. Dengan demikian parent dan child tidak dapat berjalan secara parallel.
Bentuk eksekusi:
-Parent melanjutkan eksekusi beriringan dengan children
-Parent menunggu hingga beberapa atau seluruh children selesai
Bentuk ruang alamat:
-Child proses adalah duplikat dari parent proses
-Child proses telah memanggil program ke dirinya
Pada akhir proses, child mengembalikan hasil proses pada parent-nya untuk mengantisipasi hal ini, suaut proses hanya boleh memiliki satu parent tapi satu parent boleh memiliki lebih dari satu child.
2 Penghentian Proses
Suatu proses berhenti jika telah menyelesaikan pernyataan terakhir, dan meminta pada system operasi untuk menghapusnya dengan menggunakan exit system call. Proses mengembailkan semua data (output) ke parent proses. Kemudian proses dihapus dari list atau table system, dilanjtukan dengan menghapus PCB.
Penghapusan proses ini akan menjadi sangat kompleks jika teryata proses yang akan dihentikan tersebut membuat proses-proses yang lain, Pada beberapa system, proses-proses anak akan dihentikan secara otomatis jika proses induknmya dihentikan. Namun, ada beberapa system yang menganggap bahwa proses anak ini tidak iktu dihentikan secara otomatis pada saat proses induk dihentikan.
Ada bebrapa alasan yang menyebabkan suatu proses harus dihentikan, antara lain:
- Proses memang sudah selesai mengerjakan tugasnya(selesai secara normal). Dalam hal ini akan mengeksekusi panggilan layanan system operasi untuk menandakan bahwa proses telah berjalan secara lengkap
- Proses berjalan melebihi batas waktu yang telah diberikan padanya
- Memori tidak tersedia. Proses membutuhkan ruang memori yang lebih besar daripada yag disediakan oleh system
- Proses mencoba untuk mengakses kawasam memori yang tidak diijinkan untuk diakses
- Terjadi kesalahan karena pelanggaran proteksi. Proses menggunakan resource yang tidak diijinkan
- Terjadi kesalahan penghitungan, seperti melakukan pembagian dengan nol atau menyimpan angka yang lebih besar dari pada yang dapat diakomodasikan oleh perangkat keras.
- Proses menunggu terlalu lama
- Terjadi kegagalan I/O, seperti tidak mampu menemukan file atau kegagalan membaca atau menulis setelah dilakukan perulangan beberapa kali.
- Proses berusaha mengeksekusi instruksi yang tidak ada. Hal ini sering diakibatkan oleh pencabangan ke daerah data dan berusaha mengeksekusi daerah tersebut
- Proses berusaha menggunakan instruksi yang disimpan untuk system operasi
- Terjadi kesalahan penggunaan data, karena bagian data mempunyai tipe data yang salah atau tidak diinisialisai
- Terjadi campur tangan(intervensi) dari operator atau system operasi, dengan suatu alas an tertentu(misalnya:terjadi deadlock)
- Proses induknya berakhit
- Atas permintaan dari proses induk
GAMBAR PCB
tugas individu sistem operasi
Posted on: Maret 11, 2011
SISTEM OPERASI
Sistem operasi merupakan sebuah penghubung antara pengguna dari komputer dengan perangkat keras komputer. Seiring dengan berkembangnya pengetahuan dan teknologi, pada saat ini .
Pengertian sistem operasi secara umum ialah pengelola seluruh sumber-daya yang terdapat pada sistem komputer dan menyediakan sekumpulan layanan (system calls) ke pemakai sehingga memudahkan danmenyamankan penggunaan serta pemanfaatan sumber-daya sistem komputer .
Menurut Wikipedia sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang ditempatkan pada memeori komputer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umumuntuk software-software itu.
*.Menurut Tanenbaum, sistem operasi mengalami perkembangan yang sangat pesat, yang dapat dibagi kedalam empat generasi:
- Generasi Pertama (1945-1955)
Generasi pertama merupakan awal perkembangan sistem komputasi elektronik sebagai pengganti sistem komputasi mekanik, hal itu disebabkan kecepatan manusia untuk menghitung terbatas dan manusia sangat mudah untuk membuat kecerobohan, kekeliruan bahkan kesalahan. Pada generasi ini belum ada sistem operasi, maka sistem komputer diberi instruksi yang harus dikerjakan secara langsung.
- Generasi Kedua (1955-1965)
Generasi kedua memperkenalkan Batch Processing System, yaitu Job yang dikerjakan dalam satu rangkaian, lalu dieksekusi secara berurutan.Pada generasi ini sistem komputer belum dilengkapi sistem operasi, tetapi beberapa fungsi sistem operasi telah ada, contohnya fungsi sistem operasi ialah FMS (Fortran Monitoring System) dan hyperlink.
- Generasi Ketiga (1965-1980)
Pada generasi ini perkembangan sistem operasi dikembangkan untuk melayani banyak pemakai
sekaligus, dimana para pemakai interaktif berkomunikasi lewat terminal secara on-line ke komputer, maka sistem operasi menjadi multi-user (di gunakan banyak pengguna sekaligus) dan multi-programming (melayani banyak program sekaligus).
- Generasi Keempat (Pasca 1980an)
- Pada masa ini para
pengguna juga telah dinyamankan dengan Graphical User Interface yaitu antar-muka komputer yang berbasis grafis yang sangat nyaman, pada masa ini juga dimulai era komputasi tersebar dimana komputasi-komputasi tidak lagi berpusat di satu titik, tetapi dipecah dibanyak komputer sehingga tercapai kinerja yang lebih baik.
I*1980
- QDOS : Tim Paterson dari Seattle Computer menulis QDOS yang dibuat dari OS terkenal pada masa itu, CP/M. QDOS (Quick and Dirty Operating System) dipasarkan oleh Seatle Computer dengan nama 86-DOS karena dirancang untuk prosesor Intel 8086.
- Microsoft : Bill Gates dari Microsoft membeli lisensi QDOS dan menjualnya ke berbagai perusahaan komputer.
1981
- PC DOS : IBM meluncurkan PC DOS yang dibeli dari Microsoft untuk komputernya yang berbasis prosesor Intel 8086.
- MS DOS : Microsoft menggunakan nama MS DOS untuk OS ini jika dijual oleh perusahaan diluar IBM.
1983
- MS DOS 2.0 : Versi 2.0 dari MS DOS diluncurkan pada komputer PC XT.
1984
- System 1.0 : Apple meluncurkan Macintosh dengan OS yang diturunkan dari BSD UNIX. System 1.0 merupakan sistem operasi pertama yang telah berbasis grafis dan menggunakan mouse.
- MS DOS 3.0 : Microsoft meluncurkan MS DOS 3.0 untuk PC AT yang menggunakan chip Intel 80286 dan yang mulai mendukung penggunaan hard disk lebih dari 10 MB.
- MS DOS 3.1 : Microsoft meluncurkan MSDOS 3.1 yang memberikan dukungan untuk jaringan.
1985
- MS Windows 1.0 : Microsoft memperkenalkan MSWindows, sistem operasi yang telah menyediakan lingkungan berbasis grafis (GUI) dan kemampuan multitasking. Sayangnya sistem operasi ini sangat buruk performanya dan tidak mampu menyamai kesuksesan Apple.
- Novell Netware : Novell meluncurkan sistem operasi berbasis jaringan Netware 86 yang dibuat untuk prosesor Intel 8086.
1986
- MS DOS 3.2 : Microsoft meluncurkan MS DOS 3.2 yang menambahkan dukungan untuk floppy 3.5 inch 720 KB.
1987
- OS/2 : IBM memperkenalkan OS/2 yang telah berbasis grafis, sebagai calon pengganti IBM PC DOS.
- MS DOS 3.3 : Microsoft meluncurkan MS DOS 3.3 yang merupakan versi paling populer dari MS DOS.
- Windows 2.0 : Windows versi 2.0 diperkenalkan.
- MINIX : Andrew S. Tanenbaum mengembangkan Minix, sistem operasi berbasis Unix yang ditujukan untuk pendidikan. MINIX nantinya menginspirasi pembuatan Linux.
1988
- MS DOS 4.0 : Microsoft mengeluarkan MSDOS 4.0 dengan suasana grafis.
- WWW : Proposal World Wide Web (WWW) oleh Tim BernersLee.
1989
- NetWare/386 (juga dikenal sebagai versi 3) diluncurkan oleh Novell untuk prosesor Intel 80386.
1990
- Perpisahan : Dua perusahaan raksasa berpisah, IBM berjalan dengan OS/2 dan Microsoft berkonsentrasi pada Windows.
- Windows 3.0 : Microsoft meluncurkan Windows versi 3.0 yang mendapat sambutan cukup baik.
- MSOffice : Microsoft membundel Word, Excel, dan PowerPoint untuk menyingkirkan saingannya seperti Lotus 123, Wordstar, Word Perfect dan Quattro.
- DR DOS : Digital Research memperkenalkan DR DOS 5.0.
1991
- Linux 0.01 : Mahasiswa Helsinki bernama Linus Torvalds mengembangkan OS berbasis Unix dari sistem operasi Minix yang diberi nama Linux.
- MS DOS 5.0 : Microsoft meluncurkan MSDOS 5.0 dengan penambahan fasilitas full-screen editor, undelete, unformat dan Qbasic.
1992
- Windows 3.1 : Microsoft meluncurkan Windows 3.1 dan kemudian Windows for Workgroups 3.11 di tahun berikutnya.
- 386 BSD : OS berbasis Open Source turunan dari BSD Unix didistribusikan oleh Bill Jolitz setelah meninggalkan Berkeley Software Design, Inc (BSDI). 386 BSD nantinya menjadi induk dari proyek Open Source BSD lainnya, seperti NetBSD, FreeBSD, dan OpenBSD.
- Distro Linux : Linux didistribusikan dalam format distro yang merupakan gabungan dari OS plus program aplikasi. Distro pertama Linux dikenal sebagai SLS (Softlanding Linux System).
1993
- Windows NT : Microsoft meluncurkan Windows NT, OS pertama berbasis grafis tanpa DOS didalamnya yang direncanakan untuk server jaringan.
- Web Browser : NCSA memperkenalkan rilis pertama Mosaic, browser web untuk Internet.
- MS DOS 6.0 : Microsoft memperkenalkan MSDOS 6.0 Upgrade, yang mencakup program kompresi harddisk DoubleSpace.
- Slackware : Patrick Volkerding mendistribusikan Slackware Linux yang menjadi distro populer pertama di kalangan pengguna Linux.
- Debian : Ian Murdock dari Free Software Foundation (FSF) membuat OS berbasis Linux dengan nama Debian.
- MS DOS 6.2 : Microsoft meluncurkan MSDOS 6.2.
- NetBSD : Proyek baru OS berbasis Open Source yang dikembangkan dari 386BSD dibuat dengan menggunakan nama NetBSD.
- FreeBSD : Menyusul NetBSD, satu lagi proyek yang juga dikembangkan dari 386BSD dibuat dengan nama FreeBSD.
1994
- Netscape : Internet meraih popularitas besar saat Netscape memperkenalkan Navigator sebagai browser Internet.
- MSDOS 6.22 : Microsoft meluncurkan MSDOS 6.22 dengan program kompresi bernama DriveSpace. Ini merupakan versi terakhir dari MS DOS.
- FreeDOS : Jim Hall, mahasiswa dari Universitas WisconsinRiver Falls Development mengembangkan FreeDOS. FreeDOS dibuat setelah Microsoft berniat menghentikan dukungannya untuk DOS dan menggantikannya dengan Windows 95.
- SuSE : OS Linux versi Jerman dikembangkan oleh Software und System Entwicklung GmbH (SuSE) dan dibuat dari distro Linux pertama, SLS.
- Red Hat : Marc Ewing memulai pembuatan distro Red Hat Linux.
1995
- Windows 95 : Microsoft meluncurkan Windows 95 dengan lagu Start Me Up dari Rolling Stones dan terjual lebih dari 1 juta salinan dalam waktu 4 hari.
- PC DOS 7 : IBM memperkenalkan PC DOS 7 yang terintegrasi dengan program populer pengkompres data Stacker dari Stac Electronics. Ini merupakan versi terakhir dari IBM PC DOS.
- Windows CE : Versi pertama Windows CE diperkenalkan ke publik.
- PalmOS : Palm menjadi populer dengan PalmOS untuk PDA.
- OpenBSD : Theo de Raadt pencetus NetBSD mengembangkan OpenBSD.
1996
- Windows NT 4.0 : Microsoft meluncurkan Windows NT versi 4.0
1997
- Mac OS : Untuk pertama kalinya Apple memperkenalkan penggunaan nama Mac OS pada Mac OS 7.6.
1998
- Windows 98 : Web browser Internet Explorer menjadi bagian penting dari Windows 98 dan berhasil menumbangkan dominasi Netscape Navigator.
- Server Linux : Linux mendapat dukungan dari banyak perusahaan besar, seperti IBM, Sun Microsystem dan Hewlet Packard. Server berbasis Linux mulai banyak dipergunakan menggantikan server berbasis Windows NT.
- Google : Search Engine terbaik hadir di Internet dan diketahui menggunakan Linux sebagai servernya.
- Japan Goes Linux : TurboLinux diluncurkan di Jepang dan segera menjadi OS favorit di Asia, khususnya di Jepang, China dan Korea.
- Mandrake : Gael Duval dari Brazil mengembangkan distro Mandrake yang diturunkan dari Red Hat.
1999
- Support : Hewlett Packard mengumumkan layanan 24/7 untuk distro Caldera, Turbo Linux, Red Hat dan SuSE.
- Corel Linux : Corel pembuat program Corel Draw, yang sebelumnya telah menyediakan Word Perfect versi Linux, ikut membuat OS berbasis Linux dengan nama Corel Linux dan yang nantinya beralih nama menjadi Xandros.
2000
- Mac OS/X : Mac OS diganti dengan mesin berbasis BSD Unix dengan kernel yang disebut sebagai Mac OS/X.
- Windows 2000: Microsoft meluncurkan Windows 2000 sebagai penerus Windows NT.
- Windows Me : Microsoft meluncurkan Windows Me, versi terakhir dari Windows 95.
- China Goes Linux : Red Flag Linux diluncurkan dari Republik Rakyat China.
- Microsoft vs IBM : CEO Microsoft Steve Ballmer menyebut Linux sebagai kanker dalam sebuah interview dengan Chicago SunTimes. Di lain pihak, CEO IBM Louis Gartsner menyatakan dukungan pada Linux dengan menginvestasikan $ 1 milyar untuk pengembangan Linux.
2001
- Windows XP : Microsoft memperkenalkan Windows XP.
- Lindows: Michael Robertson, pendiri MP3.com, memulai pengembangan Lindows yang diturunkan dari Debian. Nantinya Lindows berganti nama menjadi Linspire karena adanya tuntutan perubahan nama oleh Microsoft.
2002
- Open Office : Program perkantoran berbasis Open Source diluncurkan oleh Sun Microsystem.
- OS Lokal : OS buatan anak negeri berbasis Linux mulai bermunculan, diantaranya Trustix Merdeka, WinBI, RimbaLinux, Komura.
2003
- Windows 2003 : Microsoft meluncurkan Windows Server 2003.
- Fedora : Redhat mengumumkan distro Fedora Core sebagai penggantinya. Nantinya ada beberapa distro lokal yang dibuat berbasiskan Fedora, seperti BlankOn 1.0 dan IGOS Nusantara.
- Novell : Ximian, perusahaan pengembang software berbasis Linux dibeli oleh Novell, begitu juga halnya dengan SuSE yang diakuisisi oleh Novell.
- LiveCD : Knoppix merupakan distro pertama Linux yang dikembangkan dengan konsep LiveCD yang bisa dipergunakan tanpa harus diinstal terlebih dahulu. Distro lokal yang dibuat dari Knoppix adalah Linux Sehat dan Waroeng IGOS.
2004
- Ubuntu : Versi pertama Ubuntu diluncurkan dan didistribusikan ke seluruh dunia. Ada beberapa versi distro yang dikeluarkan, yaitu Ubuntu (berbasis Gnome), Kubuntu (berbasis KDE), Xubuntu (berbasis XFCE), dan Edubuntu (untuk pendidikan).
2005
- Mandriva : Mandrake bergabung dengan Conectiva dan berganti nama menjadi Mandriva.
2006
- Unbreakable Linux : Oracle ikut membuat distro berbasis Linux yang diturunkan dari Red Hat Enterprise.
- CHIPLux : Distro lokal terus bermunculan di tahun ini, bahkan Majalah CHIP yang lebih banyak memberikan pembahasan tentang Windows juga tidak ketinggalan membuat distro Linux dengan nama CHIPLux, yang diturunkan dari distro lokal PC LINUX dari keluarga PCLinuxOS (varian Mandriva). CHIPLux merupakan distro lokal pertama yang didistribusikan dalam format DVD.
2007
- Vista : Setelah tertunda untuk beberapa lama, Microsoft akhirnya meluncurkan Windows Vista. Windows Vista memperkenalkan fitur 3D Desktop dengan Aero Glass, SideBar, dan Flip 3D.
2008
- 3D OS : Tidak seperti halnya Vista yang membutuhkan spesifikasi tinggi, 3D Desktop di Linux muncul dengan spesifikasi komputer yang sangat ringan. Era hadirnya teknologi 3D Desktop di Indonesia ditandai dengan hadirnya sistem operasi 3D OS yang dikembangkan oleh PC LINUX.
- Mac OS
- Mac OS adalah singkatan dari Macintosh Operating System. Mac OS adalah sistem operasi komputer yang dibuat oleh Apple Computer khusus untuk komputer Macintosh dan tidak kompatibel dengan PC berbasis IBM. Diperkenalkan pada tahun 1984, Mac OS sejak tahun 2006 telah memiliki kompatibilitas dengan arsitektur PowerPC maupun x86.
- Windows
- Microsoft Windows atau lebih dikenal dengan sebutan Windows adalah keluarga sistem operasi komputer pribadi yang dikembangkan oleh Microsoft yang menggunakan antarmuka dengan pengguna berbasis grafik (graphical user interface).
#include <cstdlib>
#include <iostream>
#define maks 5
using namespace std;
class Stack{
friend ostream& operator<<(ostream&, const Stack&);
public:
Stack();
int penuh(int);
int kosong(int);
void cetak();
void push(char);
char pop();
private:
char A[maks];
int banyak;
};
ostream& operator<<(ostream& out, const Stack& s)
{
cout << “\nIsi stack : “;
for (int i=0;i< s.banyak;i++)
out << s.A[i] << ” “;
}
Stack::Stack(){
banyak = 0;
for (int i=0; i<maks; i++)
A[i] = ‘0’;
}
int Stack::penuh(int s)
{
return s == maks ? 1 : 0;
}
int Stack::kosong(int s)
{
return s == 0 ? 1 : 0;
}
void Stack::cetak()
{
cout << “\nIsi stack :”;
for (int i=0;i< banyak;i++)
cout << A[i] << ” “;
}
void Stack::push(char x)
{
cout << “\nElemen masuk :” << x;
if (penuh(banyak)) cout << “Stack penuh”;
else if (A[0]==’0′){
A[0] = x;
banyak++; }
else {
for (int i=banyak; i>=0; i–)
A[i+1] = A[i];
A[0] = x;
banyak++; }
}
char Stack::pop()
{
cout <<“\nPop stack, elemen yang di-pop :” << A[0];
char temp=A[0];
for (int i=0;i<banyak; i++) A[i] = A[i+1];
A[banyak]= ‘0’;
banyak–;
return temp;
}
int main(int argc, char *argv[])
{
Stack stack;
for (char c=’a’; c<‘d’; c++){
stack.push(c);
stack.cetak();
}
char p = stack.pop();
stack.cetak();
cout << “\n\nCetak pakai overloading : ” << stack;
system(“PAUSE”);
return EXIT_SUCCESS;
}



